Mimpi bisa menjadi petunjuk dari Tuhan pada kita, tetapi mimpi bisa saja cuma sebagai bunga tidur. Beberapa waktu lalu aku bermimpi yang aku anggap ada-ada saja.
Dalam mimpiku aku berada disebuah pendopo yang sayang besar, dimana sebelumnya aku sedang berdiskusi tentang jodoh, tetapi ga lama kemudian aku dipanggil oleh seseorang yang terlihat seperti guru di padepokan tersebut. Saat tiba didekatnya ternyata sudah ada seorang anak remaja dan seorang gadis sedang menungguinya.
Kondisinya seperti sedang kepayahan, entah kenapa? tetapi sambil berbaring dia memberikan beberapa pesan, yang pertama, "jangan kuatir, jodohmu sudah ada" kemudian dilanjutkan dengan mandat yang diberikannya agar aku memimpin pasukan kerajaan yang ada di tempat tersebut, dan pesannya adalah untuk menjaga keberadaan kerajaan itu dengan memimpin peperangan yang harus dihadapi, tetapi perang yang dilakukan tidak boleh dengan kekerasan melainkan harus dengan kebaikan dan kedamaian.
Jika mengingatnya jadi suka senyum-senyum sendiri karena inget iklan di tv..."ngimpi..." hehehe
Kamis, Januari 13, 2011
Kamis, Oktober 21, 2010
Edisi Doa

Inilah pesan yang aku terima dari teman yang menuliskan beberapa type orang berdoa dengan judulnya edisi Doa :
- Edisi wajar : "ya Allah.... kalau dia jodohku, dekatkanlah. kalau dia bukan jodohku, jauhkanlah."
- Edisi pak Tarno : "ya Allah... kalau dia jodohku, dekatkanlah. kalau dia bukan jodohku, Tolong dibantu yak! bimsalabim jd apa prok3x!"
- Edisi ngotot: "ya Allah... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, tolong dicek lagi! Mungkin salah baca."
- Edisi bank Rhoma Irama : "ya Allah... kalau dia jodohku, dekatkanlah. kalau dia bukan jodohku, TER LA LU..."
- Edisi penipu : "ya allah... kalau dia jodohku dekatkanlah. kalau dia bukan jodohku, tolong isi pulsa mama yaa..."
- Edisi SBY : "ya Allah... kalau dia jodohku dekatkanlah. kalau dia bukan jodohku, saya hanya bisa prihatin."
- Edisi nawar : "ya Allah... kalau dia jodohku dekatkanlah. kalau dia bukan jodohku, temennya lucu juga."
- Edisi oposisi : "ya Allah... kalau dia jodohku dekatkanlah. kalau dia bukan jodohku, kenapa dia ada di Golkar?"
- Edisi AADC : "ya Allah... kalau dia jodohku dekatkanlah. kalau dia bukan jodohku, SALAH GUE? SALAH TEMEN2 GUE?"
- Edisi Bondan feat2black : "ya Allah... kalau dia jodohku dekatkanlah. kalau dia bukan jodohku, ya sudahlah..."
- Edisi shalat Jumlah : "ya Allah... kalau sandal ini jodohku, lindungilah dia! Jangan sampai dia tertukar atau hilang."
Senin, Agustus 23, 2010
Kemarahan
Begitu banyak kita jumpai orang-orang disekitar kita marah dan bahkan diri kita sendiri juga marah-marah. Apakah karena kesalahan orang lain menyebabkan kita marah? atau karena kesalahannya sudah sangat fatal sehingga tidak dapat ditolerir lagi sehingga kita pantas untuk marah. Tetapi yang perlu diingat adalah apakah dengan mengumbar kemarahan itu kita menjadi puas?
Ada baiknya jika kita mampu mengatasi kemarahan kita. Setiap ada permasalahan tentunya dapat diselesaikan dengan baik jika kita bisa berpikir tenang, karena pada saat kita menjadi marah, seringkali kita tidak dapat lagi berpikir secara jernih, yang ada hanyalah luapan emosi.
Dan yang lebih mengerikan lagi adalah bahwa kita menjadi marah dan melampiaskannya kepada orang yang kita tuduh bersalah atau bisa dipersalahkan. Padahal kesalahan itu terjadi juga karena ada kesalahan kita sendiri didalamnya, entah karena kelalaian, terburu-buru, atau ketidaktahuan kita. Memang tidak enak jika kita melakukan kesalahan, tetapi marilah kita belajar menjadi kesatria yang berani menanggung tanggung jawab tanpa mempersalahkan orang lain dan melampiaskan kemarahan kita kepadanya.
Kemarahan seringkali hanya akan menunjukkan ketidakmampuan kita saja.
Ada baiknya jika kita mampu mengatasi kemarahan kita. Setiap ada permasalahan tentunya dapat diselesaikan dengan baik jika kita bisa berpikir tenang, karena pada saat kita menjadi marah, seringkali kita tidak dapat lagi berpikir secara jernih, yang ada hanyalah luapan emosi.
Dan yang lebih mengerikan lagi adalah bahwa kita menjadi marah dan melampiaskannya kepada orang yang kita tuduh bersalah atau bisa dipersalahkan. Padahal kesalahan itu terjadi juga karena ada kesalahan kita sendiri didalamnya, entah karena kelalaian, terburu-buru, atau ketidaktahuan kita. Memang tidak enak jika kita melakukan kesalahan, tetapi marilah kita belajar menjadi kesatria yang berani menanggung tanggung jawab tanpa mempersalahkan orang lain dan melampiaskan kemarahan kita kepadanya.
Kemarahan seringkali hanya akan menunjukkan ketidakmampuan kita saja.
Minggu, Mei 02, 2010
Hal Baik
Sering kali penilaian terhadap seseorang dilihat dari apa yang dibawa, dikenakan, dan yang tampak oleh indera penglihatan kita. tanpa berpikir lama atau menyelidiki terlebih dahulu, terkadang kita harus membuat kesimpulan apakah orang ini baik atau tidak? tidak ada salahnya kok....
seperti kejadian seorang anak muda disebuah angkot, tiba2 iya bertanya kepada orang yang kebetulan pulang dari gereja. meskipun disisi kiri dan depannya persis ada penumpang lain, tetapi pemuda ini memilih bertanya pada orang yang baru pulang dari gereja meskipun duduknya berjauhan.
Pilihan pemuda ini jatuh pada orang yang membawa alkitab karena asumsinya pasti orang ini baik, dibuktikan dengan rajin ke gereja. sesimpel itu? ya.. mungkin alasannya orang pulang gereja ga akan marah kalau ditanya2...pasti dijawab...dan rumahnya pasti sekitar2 wilayah ini. coba bayangin kalau orang baru pulang ibadah, ditanya marah2.. ga mungkin kan?
Bisa saja orang menilai kita dari atribut yang kita kenakan, sudahkah kita mengenakan atribut yang benar? Dan yang jauh lebih penting dari atribut adalah apakah kita menjadi pribadi yang baik?
seperti kejadian seorang anak muda disebuah angkot, tiba2 iya bertanya kepada orang yang kebetulan pulang dari gereja. meskipun disisi kiri dan depannya persis ada penumpang lain, tetapi pemuda ini memilih bertanya pada orang yang baru pulang dari gereja meskipun duduknya berjauhan.
Pilihan pemuda ini jatuh pada orang yang membawa alkitab karena asumsinya pasti orang ini baik, dibuktikan dengan rajin ke gereja. sesimpel itu? ya.. mungkin alasannya orang pulang gereja ga akan marah kalau ditanya2...pasti dijawab...dan rumahnya pasti sekitar2 wilayah ini. coba bayangin kalau orang baru pulang ibadah, ditanya marah2.. ga mungkin kan?
Bisa saja orang menilai kita dari atribut yang kita kenakan, sudahkah kita mengenakan atribut yang benar? Dan yang jauh lebih penting dari atribut adalah apakah kita menjadi pribadi yang baik?
Kamis, Agustus 27, 2009
Tari Gambyong
Tari Gambyong berasal dari Surakarta (Solo) Jawa Tengah.Walaupun saat ini sering kali dipakai untuk menyambut tamu ataupun pada acara-acara resmi, konon tarian ini dulunya tidak disukai karena yang menarikannya hanya penari jalanan atau dikenal dengan sebutan ledhek. (sumber gambar: http://202.146.4.120/read/artikel/1351)
Minggu, Februari 08, 2009
Kolintang
Kolintang merupakan alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari daerah Sulawesi Utara tepatnya Minahasa. Kalau angklung terbuat dari bahan bambu, kolintang terbuat dari kayu lokal berkualitas baik.Sayang sekali sampai saat ini aku belum mengetahui tempat biasa pertunjukan kolintang digelar?
Tetapi bila anda ingin mengenal lebih banyak tentang kolintang informasinya dapat diakses di www.kolintang.page.tl atau www.Tamporok.wordpress.com dan www.ipmkj.blogspot.com
Dan yang membuat aku bangga ternyata departemen kebudayaan juta mengulasnya kolintang dalam artiketnya.
Sabtu, Februari 07, 2009
Angklung
Angklung adalah alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari Jawa Barat, terbuat dari bambu dan cara memainkannya dengan digoyangkan sehingga menghasilkan bunyi yang merdu seperti nada-nada dasar dalam bermusik.
Tidak ada salahnya kalau kita juga mengenal seni budaya bangsa kita yang sangat kaya dan beraneka ragam. Untuk mengenal lebih dalam tentang alat musik angklung, anda dapat mengunjungi situs wikipedia.
Akhir tahun 2008 kami berkunjung ke Saung Udjo Bandung, senang rasanya bisa menikmati pertunjukan budaya bangsa sendiri. Acara yang digelar mulai dari penyambutan tamu, menikmati tari-tarian Jawa Barat, pagelaran angklung anak-anak, pagelaran angklung dewasa, bermain angklung bersama dan menari bersama. Banyak hal yang bisa kita dapat disana.
Sebelum kesana anda, anda bisa juga mengunjungi website saung udjo dan kalau anda sedang berwisata ke Bandung, jangan lupa mampir ke saung udjo.
Anda tidak akan kecewa!
Jika anda belum yakin...silahkan melihat video saung udjo ini.
Tidak ada salahnya kalau kita juga mengenal seni budaya bangsa kita yang sangat kaya dan beraneka ragam. Untuk mengenal lebih dalam tentang alat musik angklung, anda dapat mengunjungi situs wikipedia.
Akhir tahun 2008 kami berkunjung ke Saung Udjo Bandung, senang rasanya bisa menikmati pertunjukan budaya bangsa sendiri. Acara yang digelar mulai dari penyambutan tamu, menikmati tari-tarian Jawa Barat, pagelaran angklung anak-anak, pagelaran angklung dewasa, bermain angklung bersama dan menari bersama. Banyak hal yang bisa kita dapat disana.
Sebelum kesana anda, anda bisa juga mengunjungi website saung udjo dan kalau anda sedang berwisata ke Bandung, jangan lupa mampir ke saung udjo.
Anda tidak akan kecewa!
Jika anda belum yakin...silahkan melihat video saung udjo ini.
Langgan:
Entri (Atom)